Telp : 0811-485171 / SMS : 0811-485171

Produk HERBALIFE adalah MAKANAN !!! BUKAN OBAT .

Monday, March 22, 2010

HARMONIC

Harmonic


Harmonik dan distorsi pada bentuk gelombang arus dan tegangan system tenaga sudah lama ada sejak pertama keberadaan sitem tenaga AC. Dan pada saat sekarang, peralatan-peralatan yang menimbulkan harmonic telah berkembang dengan pesat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Peralatan ini banyak menggunakan dioda, silicon controlled rectifier (SCR), transistor dan lain-lain. Disamping keuntungan yang ada seperti efisiensi dan kemampuan kontrol yang tinggi, beban elektronik diperkirakan akan meningkat secara signifikan pada masa mendatang dan dapat mempengaruhi pada hampir semua tingkat tenaga mulai dari peralatan tegangan yang rendah sampai ke konverter tegangan tinggi. Salah satunya adalah kenaikan yang signifikan tingkat harmonic dan distorsi pada jaringan system tenaga. Trafo adalah komponen utama dalam system tenaga dan kenaikan distrosi harmonic dapat menyebabkan rugi-rugi pada belitan dan kenaikan temperatur yang tidak normal. Kenaikan rugi-rugi diasumsikan berubah-rubah sesuai dengan kuadrat dari frekuensi.

Prinsip Dasar Harmonik adalah gangguan yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan. Pada dasarnya, harmonik adalah gejala pembentukan gelombang-gelombang dengan frekuensi berbeda yang merupakan perkalian bilangan bulat dengan frekuensi dasarnya. Hal ini disebut frekuensi harmonik yang timbul pada bentuk gelombang aslinya sedangkan bilangan bulat pengali frekuensi dasar disebut angka urutan harmonik. Misalnya, frekuensi dasar/fundamental suatu sistem tenaga listrik adalah 60 Hz, maka harmonik keduanya adalah gelombang dengan frekuensi sebesar 120 Hz, harmonik ketiga adalah gelombang dengan frekuensi sebesar 180 Hz dan seterusnya. Gelombang-gelombang ini kemudian menumpang pada gelombang murni/aslinya sehingga terbentuk gelombang cacad yang merupakan jumlah antara gelombang murni sesaat dengan gelombang hormoniknya.:





Dalam sistem tenaga listrik dikenal dua jenis beban yaitu beban linier dan beban non linier. Beban linier adalah beban yang memberikan bentuk gelombang keluaran yang linier artinya arus yang mengalir sebanding dengan impedensi dan perubahan tegangan. Sedangkan beban non linier adalah bentuk gelombang keluarannya tidak sebanding dengan tegangan dalam setiap setengah siklus sehingga bentuk gelombang arus maupun tegangan keluarannya tidak sama dengan gelombang masukannya (mengalami distorsi).
Beban non linier yang umumnya merupakan peralatan elektronik yang didalamnya banyak terdapat komponen semi konduktor, dalam proses kerjanya berlaku sebagai saklar yang bekerja pada setiap siklus gelombang dari sumber tegangan. Proses kerja ini akan menghasilkan gangguan atau distorsi gelombang arus yang tidak sinusoidal. Bentuk gelombang ini tidak menentu dan dapat berubah menurut pengaturan pada parameter komponen semi konduktor dalam peralatan elektronik. Perubahan bentuk gelombang ini tidak terkait dengan sumber tegangannya. Beberapa peralatan yang dapat menyebabkan timbulnya harmonik antara lain komputer, printer, lampu fluorescent yang menggunakan elektronik ballast, kendali kecepatan motor, motor induksi, batere charger, proses eletroplating, dll. Peralatan ini dirancang untuk menggunakan arus listrik secara hemat dan efisien karena arus listrik hanya dapat melalui komponen semi konduktornya selama periode pengaturan yang telah ditentukan. Namun disisi lain hal ini akan menyebabkan gelombang mengalami gangguan gelombang arus dan tegangan yang pada akhirnya akan kembali ke bagian lain sistem tenaga listrik. Penomena ini akan menimbulkan gangguan beban tidak linier satu phase. Hal di atas banyak terjadi pada distribusi yang memasok pada areal perkantoran/komersial. Sedangkan pada areal perindustrian gangguan yang terjadi adalah beban non linier tiga phase yang disebabkan oleh motor listrik, kontrol kecepatan motor, batere charger, electroplating, dapur busur listrik, dll.

Setiap komponen sistem distribusi dapat dipengaruhi oleh harmonik walaupun dengan akibat yang berbeda. Namun demikian komponen tersebut akan mengalami penurunan kinerja dan bahkan akan mengalami kerusakan. Salah satu dampak yang umum dari gangguan harmonik adalah panas lebih pada kawat netral dan transformator sebagai akibat timbulnya harmonik ketiga yang dibangkitkan oleh peralatan listrik satu phase. Pada keadaan normal, arus beban setiap phase dari beban linier yang seimbang pada frekuensi dasarnya akan saling mengurangi sehingga arus netralnya menjadi nol. Sebaliknya beban tidak linier satu phase akan menimbulkan harmonik kelipatan tiga ganjil yang disebut triplen harmonik (harmonik ke-3, ke-9, ke-15 dan seterusnya) yang sering disebut zero sequence harmonik. Harmonik ini tidak menghilangkan arus netral tetapi dapat menghasilkan arus netral yang lebih tinggi dari arus phase.

BAHAN BAKAR DIESEL

Bahan Bakar Diesel

Bahan bakar Diesel merupakan salah satu jenis produk pengolahan minyak bumi atau minyak mentah. Minyak diesel pada kilang minyak, dihasilkan setelah fraksi-fraksi ringan minyak dipisahkan.

Bahan bakar diesel adalah hidrocarbon yang merupakan senyawa antara hidrogen dan carbon, seperti benzine, pentene, hexane, toluene, propane dan butane. Untuk menghasilkan minyak tanah tersebut, minyak tanah di treatment menggunakan panas, yaitu mencapai titik uap masing - masing hidrocarbon. Hidrocarbon dengan titik didih paling rendah akan keluar terlebih dahulu, yaitu Natural Gas. Selanjutnya temperatur minyak mentah dinaikan kembali untuk menghasilkan hidrocarbon yang mempunyai titik didih yang lebih tinggi, yaitu High ontane aviation gasoline.
Setelah selesai temperatur dinaikan kembali untuk menghasilkan titik didih yang lebih tinggi dan seterusnya hingga dihasilkan gasoline, kerosine, bahan bakar diesel, bahan bakar industri, lubricating oil, parafine dan terakhir coke dan aspal. Bahan bakar diesel ( solar ) dihasilkan setelah Natural Gas, Gasoline Dan Kerosine. Bahan bakar diesel tersebut belum dapat langsung dipergunakan dan diperlukan pengolahan lebih lanjut hingga mencapai karakteritik bahan bakar diesel yang diperlukan untuk proses pembakaran pada motor diesel.
Karakteritik bahan bakar diesel meliputi :

1. Nilai pembakaran ( Heat Value ) yaitu : karakteristik seberapa banyak power yang dihasilkan sewaktu bahan bakar tersebut dibakar. Jumlah lkalor bahan bakar diberi satuan Kcal/kg, KJ/kg atau Btu/lb. Pengukuran nilai pembakaran bahan bakar menggunakan suatu alat disebut kalorimeter.

2. Berat Jenis ( Spesific Gravity ) yaitu : Perbandingan kepadatan bahan bakar dengan kepadatan air. Berat jenis diukur menggunakan hydrometer. Berat jenis bahan bakar diesel berpengaruh pada daya penetrasinya saat bahan bakar diinjeksikan kedalam ruang pembakaran.

3. Titik nyala ( Flash point ) yaitu : temperatur dimana bahan bakar telah siap dinyalakan apabila bersinggungan dengan api.

4. Titik beku ( Pour point ). Karakteristik ini sangat diperlukan untuk didaerah dingin.

5. Kekentalan ( viscosity )yaitu : sifat benda cair yang memberikan gaya bertahan untuk tidak mengalir. Viscositas berfungsi sebagai pelumas komponent sistem bahan bakar. Dan perlu diingat bila viscositas terlalu tinggi akan terjadi kabutan yang kasar berdampat proses pembakaran mesin tidak akan menghasilkan energi panas yang optimal.

6. Titip Uap ( Volatility ) yaitu : kemampuan bahan bakar untuk berubah menjadi uap atau vapor. Volatility bahan bakar ditunjukan dengan perbandingan udara dan uap bahan bakar yang dapat dibentuk pada temperatur tentu. Bila volatility bahan bakar rendah, saat bahan bakar dibakar akan meningkat jumlah kotoran carbon didalam silinder, dan menyebabkan bertambahnya keausan komponen mesin.

7. Kualitas penyalaan ( Cetane Number ) yaitu : kecepatan bahan bakar dinyalakan, dan pada bahan bakar motor diesel dinyatakan Cetane Number . Semakin tinggi angka cetane bahan bakar, maka akan semakin pendek waktu yang diperlukan untuk mulai terbakar.

8. Carbon residu yaitu : materi yang tertinggal diruang pembakaran setelah proses pembakaran.
Untuk mengukur jumlah kandungan carbon residu pada bahan bakar dilakukan di laboratorium dengan mengambil sampel dan dipanaskan dalam media yang tidak ada udara.

9. Kandungan sulphur. Kandungan sulphur atau belerang yang ada di dalam bahan bakar, pada saat terbakar akan menghasilkan gas yang sangat korosif terhadapat logam yang bersinggungan, baik gas tersebut masih dalam bentuk gas maupun saat dalam bentuk cair setelah dingin. Cairan sulphur yang masuk kedalam minyak pelumas akan merusak setruktur minyak dan komponen sistem pelumas. kandungan sulphur yang dizinkan tidak boleh melebihi 0,5 sampai dengan 1,5 %.

10. Oksidasi dan Air. Oksidasi atau endapan dan air dapat menjadi sumber permasalahan pada motor diesel. Endapan kotoran yang masih terbawa pada bahan bakar akan menjadi bahan yang mengakibatkan keausan, dan kemungkinan akan menyumbat saluran bahan bakar. Kandungan abu dan air yang diizinkan adalah 0,01% abu, 0,05% untuk abu dan air secara bersama. ( sumber teknologi motor diesel )




Sunday, March 21, 2010

JENIS - JENIS DAN MACAM - MACAM PIPA

Jenis – Jenis dan Macam Pipa - Pipa

Dari sekian jenis pembuatan pipa secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu :
1. Jenis pipa tanpa sambungan (pembuatan pipa tanpa sambungan pengelasan)
2. Jenis pipa dengan sambungan (pembuatan pipa dengan pengelasan)
Bahan-bahan pipa secara umum :
Bahan-bahan pipa yg dimaksud disini adalah struktur bahan baru pipa tersebut yg dapat dibagi secara umum sebagai berikut:
1. Carbon steel
2. Carbon Moly
3. Galvanees
4. Ferro Nikel
5. Stainless Steel
6. PVC (Paralon)
7. Chrom Moly
Sedang bahan-bahan pipa secara khusus dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Vibre Glass
2. Aluminium (Aluminium)
3. Wrought Iron (besi tanpa tempa)
4. Cooper (Tembaga)
5. Red Brass (kuningan merah)
6. Nickel cooper = Monel ( timah tembaga)
7. Nickel chrom iron = inconel (besi timah chrom)
Komponen perpipaan :
Komponen perpipaan harus dibuat berdasarkan spesifikasi standar yg terdaftar dalam simbol dan kode yg telah dibuat atau dipilih sebelumnya.
Komponen perpipaan yg dimaksud disini meliputi :
1. Pipes (pipa-pipa)
2. Flanges ( flens-flens)
3. Fittings (sambungan)
4. Valves (katup-katup)
5. Boltings (baut-baut)
6. gasket
7. Specials items
Pemilihan bahan :
Pemilihan bahan perpipaan haruslah disesuaikan dengan pembuatan teknik perpipaan dan hal ini dapat dilihat pada ASTM serta ANSI dalam pembagian sebagai berikut
1. Perpipaan untuk pembangkit tenaga
2. Perpipaan untuk industri bahan migas
3. Perpipaan untuk penyulingan minyak mentah
4. Perpipaan untuk pengangkutan minyak
5. Perpipaan untuk proses pendinginan
6. Perpipaan untuk tenaga nuklir
7. Perpipaan untuk distribusi dan transmisi gas
Selain dari penggunaan instalasi atau konstruksi seperti diterangkan diatas perlu pula diketahui Jenis aliran temperatur, sifat korosi, Faktor gaya serta kebutuhan lainnya dari aliran serta pipanya.
Macam Sambungan Perpipaan :
Sambungan perpipaan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Sambungan dengan menggunakan pengelasan
2. Sambungan dengan menggunakan ulir
Selain sambungan seperti diatas terdapat pula penyambungan khusus dengan menggunakan pengeleman (perekatan) serta pengkleman (untuk pipa plsatik dan pipa vibre glass).
Pada pengilangan umumnya pipa bertekanan rendah dan pipa dibawah 2″ sajalah yg menggunakan sambungan ulir.
Tipe sambungan cabang:
Tipe sambungan cabang (branch connection)dapat dikelompokkan sbb:
1. Sambungan langsung (stub in)
2. Sambungan dengan menggunakan fittings (alat penyambung)
3. Sambungan dengan menggunakan flanges (flens-flens)
Tipe sambungan cabang dapat pula ditentukan pada spesifikasi yg telah dibuat sebelum mendesain atau dapat pula dihitung berdasarkan perhitungan kekuatan, kebutuhan, dengan tidak melupakan faktor efektifitasnya. Sambungan cabang itu sendiri merupakan sambungan antara pipa dengan pipa, misal sambungan antara header dengan cabang yg lain apakah memerlukan alat bantu penyambung lainnya atau dapat dihubungkan secara langsung, hal ini tergantung kebutuhan serta perhitungan kekuatan.
Diameter, Ketebalan, Schedule :
Spesifikasi umum dapat dilihat pada ASTM (American Society of Testing Materials).Dimana disitu diterangkan mengenai Diameter, Ketebalan serta schedule pipa. Diameter Luar (Outside Diameter), ditetapkan sama walaupun ketebalan (thickness)berbeda untuk tiap schedule. Diameter dalam (Inside Diameter), ditetapkan berbeda untuk setiap schedule. Diameter Nominal adalah diameter pipa yg dipilih untuk pemasangan ataupun perdagangan (commodity). Ketebalan dan schedule, sangatlah berhubungan, hal ini karena ketebalan pipa tergantung daripada schedule pipa itu sendiri.
Schedule pipa ini dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Schedule 5, 10 , 20, 30, 40, 60, 80, 100, 120, 160.
2. Schedule standard
3. Schedule Extra strong (XS)
4. Schedule double Extra Strong (XXS)
5. Schedule special
Perbedaan-perbedaan schedule ini dibuat guna :
1. Menahan internal pressure dari aliran
2. Kekuatan dari material itu sendiri (Strength of material)
3. Mengatasi karat
4. Mengatasi kegetasan pipa.
Untuk melihat ukuran diameter, ketebalan, dan schedule dapat dipelajari tabel-tabel
Alat-alat khusus:
Alat-alat khusus dalam bab ini hanya membicarakan mengenai saringan (strainer) dan alat perangkap uap (steam Trap)
Saringan (strainer)
saringan (strainer) gunanya adalah sebagai alat penyaring kotoran baik yg berupa padat, cair atau gas. Alat penyaring ini digunakan pada jalur pipa guna menyaring kotoran pada aliran sehingga aliaran yg akan diproses atau hasil proses lebih baik mutunya.
Tipe-tipe alat penyaring ini dapat dibagi menjadi :
1. Tipe T. Tipe ini digunakan secara umum untuk memperluas ruang dan meredusir tekanan pada jalur pipa
2. Tipe Y
3. Tipe sementara
4. Tipe datar
Perangkap Uap (steam Trap):
Steam Trap merupakan alat yg digunakan untuk menyingkirkan air dari uap, dimana air ini tidak ada gunaya bahkan akan memberikan hambatan pada aliran uap atau dapat menimbulkan kerugian lainnya. Perangkap uap ini ditempatkan pada tempat terendah dari suatu jalur perpipaan atau dipasang pada kantung pipa yg disebut Drip Leg
Cara Kerja:
1. Steam Trap pada daerah jalur pipa yg terendah dimana disitu dianggap air mungkin telah menggantungkan pada kantung pipa (Drip Leg)
2. Steam trap ini akan mengosongkan air ke sistem uap yg mempunyai tekanan lebih rendah
3. Sistem perangkap yg tertutup didalam pengosongan air menggunakan katup-katup pada sisi perangkap tersebut.
4. Gunakan saringan seandainya sistem perangkap ini belum menggunakannya. Pasang katup uji untuk pembuangannya selama pengetesan aliran (start up).
VENT dan DRAIN

Vent adalah suatu alat pembuangan gas, udara atau uap air. sedangkan drain adalah suatu alat pembuangan zat cair. Pada sistem pembuangan yg terdapat pada pipa atau equipment, Vent dan Drain dalam cara kerjanya dapat dibagi dua bagian yaitu : bekerja dan tidak bekerja.
Untuk Vent dan Drain yg dikelompokkan bekerja, dimaksudkan bahwa peralatan ini digunakan pada pipa atau equipment dalam keadaan bekerja dalam jangka waktu lama atau terus menerus. Vent dan Drain dikelompokkan tidak bekerja hanya digunakan pada waktu tertentu saja, misalnya pada saat pengetesan, start up atau shut down. Untuk Vent dan Drain pemasangannya haruslah disetujui piping engineering group terlebih dahulu, baik mengenai pemakaiannya maupun penempatannya. Selain itu harus pula diperhatikan pemasangan sumbat pada katupnya seperti plug atau blind flange.
Untuk hal yg khusus yaitu aliran yg mempunyai tingkat bahaya tinggi, penempatannya dan penggunaannya harus benar-benar diperhitungkan serta dikontrol pelaksanaannya.
Cara Penempatan Lokasi Vent dan Drain
Penempatan vent dan drain haruslah benar-benar diperhitungkan sehingga penggunaannya benar-benar efektif serta aman. Jangan sampai pemasangan vent dan drain ini terbalik, akan hal ini akan berakibat fatal, misalnya untuk aliran beracun atau mudah terbakar.
Penempatan vent pada pipa atau equipment diusahakan pada tempat yg paling tinggi karena fungsinya sebagai pembuangan ke udara. Begitu pula pada penempatan drain haruslah pada tempat yg rendah sesuai fungsinya sebagai pembuangan cairan atau pembersihan cairan serta pembuangan kotoran pada jalur pipa atau equipment.
Jenis-Jenis, komponen dan perlengkapan
Jenis-jenis pipa, hose dan cubing pada dasarnya terdiri dari :
1. Spiral welding pipe (pipa las spiral)
2. SMLS pipe (pipa tanpa sambungan)
3. Welded Pipe
4. SAW pipe
5. FBW pipe
6. C & W pipe
7. EFW pipe
8. ERW pipe
9. Lined Pipe
10. Hose
11. Tubing (cubing)
12. Pipe Niple (pipa nipel)
Jenis-jenis flens (flanges) terdiri dari :
1. Blind flange (flens buta)
2. Weld neck flange (flens las di leher)
3. Weld neck orifice flange (flens orifis las di leher)
4. Slip on flange (flange sambungan langsung)
5. So. red flange (flens memperkecil sambungan sock)
6. SW red flange ( flens memperkecil sambungan sock di las)
7. Socket weld flange (flens sambungan sock di las)
8. Threaded flange (flens sambungan ulir)
9. Stub flange ( flens tonggak)
10. ST red flange (flens memperkecil ST)
11. LPA joint flange (flens sambungan LPA)
12. Socket type flange( flange tipe sock)
13. Weld neck red flange (flens memperkecil las dileher)
Jenis-jenis katup :
1. Gate Valve (katup pintu)= Fungsi untuk membuka & menutup sepenuhnya
2. Ball valve (katup bola)= Fungsi untuk membuka & menutup dan mangatur aliran
fluida secara lebih cepat
3. Globe valve (katup dunia) = Fungsi untuk mengatur besar kecilnya aliran & tekanan
4. Check Valve (katup cek)= Fungsi untuk mencegah aliran ke satu arah saja
5. Butterfly valve (katup kupu-kupu)= Fungsi untuk membuka & menutup aliran lebih cepat
6. Diaphragma valve (katup diaphragma)= Fungsi untuk membuka & menutup dengan diaphragma
7. Knife gate valve (katup pintu pisau)
8. Needle valve (katup jarum)
9. Plug valve (katup sumbat)
10. Wafer check valve (katup cek wafer)
Jenis-jenis alat penyambung :
pada dasarnya alat penyambung ini dikelompokkan dalam dua bagian :
A. Jenis sambungan dengan pengelasan :
1. 45 derajat elbow
2. 90 derajat elbow
3. 180 derajat elbow
4. Concentric reducer (pemerkecil sepusat)
5. Eccentric reducer ( pemerkecil tak sepusat)
6. Tee
7. Cross (silang)
8. Cap (tutup)
9. Red Tee (pemerkecil tee)
10. Swage concentric BSE (sweg sepusat ujung bevel)
11. Swage eccentric (sweg tak sepusat ujung bevel)
B. Jenis sambungan dengan ulir
1. Bushing (paking)
2. Cap (tutup)
3. Coupling
4. Red coupling (kopling pemerkecil)
5. 45 derajat elbow
6. 95 derajat elbow
7. 45 derajat lateral
8. Reducer (pemerkecil)
9. Tee
10. Red Tee
11. Cross (silang)
12. Plug (sumbat)
13. Union
14. Swage concentric (sweg sepusat)
15. Swage eccentric (sweg tak sepusat)
Jenis alat sambungan cubing
1. Male adapter (jantan)
2. Female adapter(betina)
3. Cap (tutup)
4. Male connection
5. Female connection
6. Plug (sumbat)
7. Male bulkhead (jantan kepala banyak)
8. Female bulkhead (betina kepala banyak)
9. 90 derajat union elbow (siku union 90 derajat)
10. Male 90 derajat elbow
11. Female 90 derajat elbow
12. Reducer (pemerkecil)
13. Insert (penyisip)
14. Union(union)
15. Union Tee
16. Red union (union pemerkecil)
17. Union cross
Jenis-jenis alat sambungan cabang berupa olet :
1. Elbowlet (letakan siku)
2. Latrolet (olet lateral)
3. Sweepolet (olet corong)
4. Sockolet (olet sock)
5. Threadolet (olet ulir)
6. weldolet (olet las)
Jenis-jenis perlengkapan khusus :
1. Spectacle blind (kacamata buta satu)
2. Blind and spacer (buta dan penjarak)
3. Line blind (buta jalur)
4. Spacer (penjarak)
5. Expantion joint
6. Hose connection
7. Swivel joint (sambungan swivel)
8. Steam Trap (perangkap uap)
9. Strainer (saringan)
10. Safety shower (pancuran pengaman)
11. Inline mixer (pengaduk dalam)
12. Exhaust head (kepala pembuangan)
13. Instruments
Jenis gasket
1. Ring gasket
2. Oval ring gasket
3. Full face gasket
4. Flat ring gasket
5. Spiral gasket
Jenis bolt
1. Machine bolt (baut mesin)
2. Stud bolt (baut paku)
3. Cap screw (ulir penutup)
SISTEM PERPIPAAN DAN DETAIL
Pada dasarnya sistem pipa dan detail untuk setiap industri atau pengilangan tidaklah jauh berbeda, perbedaan-perbedaan mungkin terjadi hanya pada kondisi khusus atau batasan tertentu yg diminta pada setiap proyek.
Pabrikasi pipa dapat dilakukan pada bengkel-bengkel di lapangan atau pada suatu pembuatan pipa khusus di suatu tempat lalu dikirim kelapangan, baik melalui transportasi laut atau darat, sehingga dilapangan hanya merupakan penyambungan saja. Hal ini menguntungkan dari segi waktu, ongkos kerja dan pekerjaan dilapangan. Pemilihan keputusan untuk pabrikasi pipa di suatu bengkel dilapangan atau di suatu tempat di luar lapangan bahkan dinegara lain, memerlukan perhitungan teknis dan ekonomis secara cermat.
Pemasangan pekerjaan perpipaan dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian sbb:
1. Pipa diatas tanah
2. Pipa dibawah tanah
3. Pipa dibawah air ( didalam air)
Pemasangan sistem perpipaan diketiga tempat ini baik pipa proses ,pipa utiliti mempunyai permasalahan masing-masing dan dalam buku ini hanya akan disinggung butir satu dua.
PEMASANGAN PIPA DI ATAS TANAH

Pemasangan ini dapat dilakukan pada rak pipa (pipe Rack), diatas penyangga penyangga pipa, atau diatas dudukan pipa (sleeper). Pada pemasangan pipa diatas tanah ini dapat pula dimasukkan pipa peralatan (equipment) yaitu yg meliputi pipa kolom dan vesel, pipa exchanger, pipa pompa dan turbin, pipa kompressor dan pipa utilitas. berikut akan dijelaskan sebagai berikut :
Pipa Kolom dan Vesel
Pipa yg akan dipasang pada kolom dan vesel harus ditempatkan secara radial disekitar kolom di bagian jalur pipa, jalan orang, platform dibagian access. Untuk pipa 18″ keatas bisa langsung dilas ke vesel, kecuali pertimbangan pemeliharaan dan akan digunakan sambungan flange. Sambungan dalam skirt tidak boleh ditempatkan katup atau flange. Penggunaan vent atmosferis berkatup dan bertudung harus disediakan pada tempat lokasi titik tertinggi dari vessel atau jalur pipa diatasnya, sedangkan drain dipasang pada tempat lokasi terendah yg akan ditentukan oleh P&ID.
Katup pelepas tekanan yg membuang kedalam sistem blowdown tertutup harus ditinggikan guna memungkinkan bagian pengeluaran pengaliran sendiri ke dalam sistem blowdown. Katup pelepas tekanan yg membuang uap ke udara bebas harus dilengkapi dengan pipa paling sedikit tiga meter diatas setiap platform dalam radius 7.5 meter, juga disediakan lubang pembuangan yg besarnya 6 mm(1/4″) dibawah pipa guna mencegah akumulasi cairan.
Pipa Exchanger
Pemasangan pipa pada exhcanger tidak boleh dipasang diatas daerah-daerah kanal, tutup shell dan fasilitas fasilitas lain yg telah terpasang pada exchanger atau handling yg suka digunakan. Ruang-ruang bebas untuk pemasangan flange exchanger harus disediakan. Spool dipasang diluar nozzle kapal guna memungkinkan pemindahan bundel pipa exchanger.
Pipa Pompa Dan Turbin
Pipa suction atau pipa yg mengalirkan aliran disebut juga pipa hisap harus diatur sedemikian rupa guna mencegah penurunan tekanan dan kantung uap yg dapat pula menimbulkan kavitasi pada impeler. Apabila perubahan ukuran diperlukan untuk mempercepat atau memperlambat aliran, maka reduser eksentris harus dipakai bilaman kantung tanpa vent tak dapat dihindari. Pemasangan pipa pada pompa dan turbin harus diatur sedemikian rupa, sehingga mudah untuk perawatan dan perbaikan. Hal ini penting untuk mencegah pembongkaran besar yg tak perlu pada pemeliharaan dan perbaikan pipa. Saringan permanen dan sementara harus disediakan pada inlet pompa dan turbin. Sedangkan untuk aliran panas dan dingin harus diperhatikan fleksibilitasnya, begitu pula kedudukan-kedudukan penyangga haruslah baik dan dapat mengatasi getaran-getaran yg diakibatkan motor pipa serta aliran.
Pipa Kompresor
Pemasangan pipa pada kompresor harus diatur perbaikan dan pemeliharaannya. Sambungan pipa dengan menggunakan flanges lebih diutamakan demi memperlancar jalannya perbaikan dan pemeliharaan. Pipa hisap (suction) dan buang (discharge) harus benar-benar diperhatikan fleksibilitasnya, terutama untuk temperatur rendah atau tinggi atau tekanan tinggi. Masalah getaran termasuk bagian terpenting pada pipa kompresor ini, akibat adanya beban dinamis yg berhubungan dengan kompresor ini. Karena itu masalah penyangga, guide dan anchor juga harus menjadi perhatianbagian perencana teknik.
Pipa Utilitas
Pemasangan pipa utilitas ini harus benar-benar direncanakan sehingga kebutuhan utilitas di proyek dapat terjangkau penggunaanya. Pipa utilitas seperti apa yg lain haruslah direncanakan beroperasi pada temperatur dan tekanan berapa. Perencanaan sub header haruslah dapat memenuhi daerah equipment proses atau kelompok peralatan lainnya yg memerlukan jalur utilitas. Sambungan cabang haruslah dibuat dari atas header. Apabila aliran utilitas berupa uap jangan lupa membuat kantung kantung uap pada setiap daerah titik terendah dimana aliran akan mendaki dan diperhitungkan tidak boleh lebih dari 40% tekanannya dalam jarak yg dihitung dalam feet.

Dasar - Dasar Pompa centrifugal ( 1 )

Dasar-dasar Pompa sentrifugal

Pada industri minyak bumi, sebagian besar pompa yang digunakan dalam fasilitas GATHERING STATION, suatu unit pengumpul fluida dari sumur produksi sebelum diolah dan dipasarkan, ialah pompa bertipe sentrifugal. Gaya sentrifugal ialah sebuah gaya yang timbul akibat adanya gerakan sebuah benda atau partikel melalui lintasan lengkung (melingkar).
Prinsip-prinsip dasar pompa sentrifugal ialah sebagai berikut:
• gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar sehingga kecepatan fluida meningkat
• kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh CASING pompa (VOLUTE atau DIFFUSER) menjadi tekanan atau head
Selain pompa sentrifugal, industri juga menggunakan pompa tipe POSITIVE DISPLACEMENT. Perbedaan dasar antara pompa sentrifugal dan pompa POSITIVE DISPLACEMENT terletak pada laju alir DISCHARGE yang dihasilkan oleh pompa. Laju alir DISCHARGE sebuah pompa sentrifugal bervariasi bergantung pada besarnya HEAD atau tekanan sedangkan laju alir DISCHARGE pompa POSITIVE DISPLACEMENT adalah tetap dan tidak bergantung pada HEAD-nya.

IMPELLER. Ilustrasi aliran fluida dalam IMPELLER sebuah pompa sentrifugal.

Sentrifugal vs. POSITIVE DISPLACEMENT. Laju alir discharge sebuah pompa POSITIVE DISPLACEMENT selalu tetap dan tidak tergantung oleh TOTAL DYNAMIC HEAD.

Impeller. Beberapa impeller yang digunakan dalam pompa sentrifugal.

Performance Curve Kurva perfomansi yang menunjukkan pengaluran data-data HEAD, FLOW RATE, EFISIENSI, dan kebutuhan daya.

Perhitungan NPSHa. Berikut ini ilustrasi yang menunjukkan bagaimana perhitungan NPSH avaiable sebuah pompa.

NAMETAG. Contoh NAME TAG sebuah pompa sentrifugal yang terdapat di pabrik. Terlihat bahwa head pompa ialah sebesar 990 ft.

KLASIFIKASI POMPA SENTRIFUGAL

Pompa sentrifugal diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain:
1. Bentuk arah aliran yang terjadi di IMPELLER. Aliran fluida dalam IMPELLER dapat berupa AXIAL FLOW, MIXED FLOW, atau RADIAL FLOW.
2. Bentuk konstruksi dari IMPELLER. IMPELLER yang digunakan dalam pompa sentrifugal dapat berupa OPEN IMPELLER, SEMI-OPEN IMPELLER, atau CLOSE IMPELLER.
3. Banyaknya jumlah SUCTION INLET. Beberapa pompa setrifugal memiliki SUCTION INLET lebih dari dua buah. Pompa yang memiliki satu SUCTION INLET disebut SINGLE-SUCTION PUMP sedangkan untuk pompa yang memiliki dua SUCTION INLET disebut DOUBLE-SUCTION PUMP.
4. Banyaknya IMPELLER. Pompa sentrifugal khusus memiliki beberapa IMPELLER bersusun. Pompa yang memiliki satu IMPELLER disebut SINGLE-STAGE PUMP sedangkan pompa yang memiliki lebih dari satu IMPELLER disebut MULTI-STAGE PUMP.
TERMINOLOGI
Beberapa terminologi dan istilah khusus yang sering berkaitan dengan pompa, ialah:
1. TDH = TOTAL DYNAMIC HEAD, yaitu besarnya head pompa. Merupakan selisih antara head discharge dengan head suction; terkadang disebut head atau total head.
2. BEP = BEST EFFICIENCY POINT, yaitu kondisi operasi dimana pompa bekerja paling optimum.
3. NPSHr = NET POSITIVE SUCTION HEAD REQUIRED, yaitu nilai head absolut dari inlet pompa yang dibutuhkan agar tidak terjadi kavitasi.
4. NPSHa = NET POSITIVE SUCTION HEAD AVAILABLE, yaitu nilai head absolut y ang tersedia pada inlet pompa.
5. Kavitasi, yaitu kondisi dimana terjadinya BUBBLE (gelembung udara) di dalam pompa akibat kurangnya NPSHa (terjadi vaporisasi) dan pecah pada saat bersentuhan dengan IMPELLER ATAU CASING. Agar tidak terjadi kavitasi, maka NPSHa harus lebih besar dari NPSHr.
6. Minimum flow, yaitu flow rate yang terkecil yang dibutuhkan agar pompa beroperasi dengan baik. Apabila laju alir lebih rendah dari minimum flow, pompa dapat mengalami kerusakan.
7. Efficiency, yaitu besarnya perbandingan antara energi yang dipakai (input) dengan energi output pompa.
8. BHP = brake horsepower, yaitu power (daya) yang dibutuhkan oleh pompa untuk bisa bekerja sesuai dengan kurvanya; memiliki satuan hp.

KURVA PERFOMANSI POMPA

Kurva performansi bermanfaat untuk menggambarkan beberapa parameter unjuk kerja dari pompa yang antara lain:
1. Besarnya HEAD terhadap FLOW RATE
2. Besarnya efisiensi terhadap FLOW RATE
3. Besarnya daya yang dibutuhkan terhadap FLOW RATE
4. Besarnya NPSHr terhadap FLOW RATE
5. Besarnya MINIMUM STABLE CONTINUOUS FLOW

SISTEM PROTEKSI POMPA

Agar pompa dapat beroperasi dengan baik, terdapat prosedur proteksi standar yang diterapkan pada pompa sentrifugal. Beberapa standar minimum paling tidak terdiri dari:
1. Proteksi terhadap aliran balik. Aliran keluaran pompa dilengkapi dengan CHECK VALVE yang membuat aliran hanya bisa berjalan satu arah, searah dengan arah aliran keluaran pompa.
2. Proteksi terhadap OVERLOAD. Beberapa alat seperti PRESSURE SWITCH LOW, FLOW SWITCH HIGH, dan OVERLOAD RELAY pada motor pompa dipasang pada sistem pompa untuk menghindari OVERLOAD.
3. Proteksi terhadap vibrasi. Vibrasi yang berlebihan akan menggangu kinerja dan berkemungkinan merusak pompa. Beberapa alat yang ditambahkan untuk menghindari vibrasi berlebihan ialah VIBRATION SWITCH dan VIBRATION MONITOR.
4. Proteksi terhadap MINIMUM FLOW. Peralatan seperti pressure switch high (PSH), flow switch low (FSL), dan return line yang dilengkapi dengan control valve dipasang pada sistem pompa untuk melindungi pompa dari kerusakan akibat tidak terpenuhinya MINIMUM FLOW.
5. Proteksi terhadap LOW NPSH AVAILABLE. Apabila pompa tidak memiliki NPSHa yang cukup, aliran keluaran pompa tidak akan mengalir dan fluida terakumulasi dalam pompa. Beberapa peralatan SAFETY yang ditambahkan pada sistem pompa ialah LEVEL SWITCH LOW (LSL) dan PRESSURE SWITCH LOW (PSL).

Tuesday, December 23, 2008



PROFILE PERKINS 400 SERIES 4 CYL

PROFILE PERKINS 400 SERIES 3 CYL



PROFILE PERKINS 400 SERIES 3 CYL

MENGHINDARI SIFAT UJUB ( BERBANGGA DIRI)

Sesungguhnya sifat ujub (berbangga diri)timbul karena kecintaan terhadap diri, sedang yang dicintai tidak akan dilihat dan diyakini kekurangannya, melainkan akan dilihat sebagai sesuatu yang sempurna. Bahaya ujub diantaranya adalah akan membawa kepada kebencian terhadap sesuatu yang menjadi sebab terjadinya ujub yang semula dibanggakan karena orang yang membanggakan dirinya lantaran sesuatu tidak akan mengalami peningkatan dalam sesuatu tersebut. Malah ia akan lebih mencela pendapat, gagasan, dan kekurangan-kekurangan orang lain.

Pengobatnya adalah dengan introspeksi, memeriksa kekurangan-kekurangan diri, meminta orang lain untuk mengoreksi keburukan-keburukan dirinya, serta membandingkan keadaan dirinya dengan orang-orang sebelumnya dalam hal yang membuat ia bangga dan istimewa diantara teman-temannya. Apabila seorang alim ujub dengan ilmu atau kezuhudannya, hendaklah ia melihat prilaku dan reputasi ulama dan orang-orang zuhud, maka pada saat itulah ia akan membanggakan dirinya. Imam Ahmad hafal beribu-ribu hadits, Kahmas bin al-Hasan menamatkan Alqur'an sebanyak tiga kali sehari, dan Salman al-Taimi menunaikan shalat fajar dengan wudlu shalat Isya' selama 40 tahun.

Barang siapa yang merenungkan reputasi suatu kaum, maka ia akan melihat bahwa dirinya dibanding orang lain dalam hal reputasi tersebut bagaikan orang yang bangga dengan satu dinar yang dimilikinya sementara ia tidak tahu bahwa di dunia banyak orang yang memiliki beribu-ribu dinar. Ibrahim Alkhawas berkata : " Ujub ( berbangga diri ) dapat menjadikan seorang tidak tahu diri."

Sebagian orang bijak berkata : " Sikap berbangga diri seseorang merupakan salah satu kedengkian akal. Alangkah meruginya berbangga diri dalam suatu pertemuan."


dikisahkan kembali oleh,

Dwi.s

Sunday, December 21, 2008

MENGHINDARI KEMALASAN

Penyebab malas adalah cinta kesenangan, mengutamakan pengangguran, dan tidak siap menghadapi kesulitan. Didalam hadits Anas bin malik dikatakan , Nabi shallallahu Alaihi wasallam senantiasa memperbanyak doa :

"ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada -Mu dari kesusahan dan kemalasan."

Ibnu Abbas berkata : " Sepasang kekasih, loyo dan malas, telah menikah hingga melahirkan seorang anak yang bernama kefakiran. " Malik bin Dinar berkata : " Tidak ada suatu amal kebaikan apapun tanpa tantangan. Maka barang siapa yang sabar menghadapinya, pasti akan sampai pada kesenangan. Namun apabila mengeluh dan mengalah, dia akan kembali. " Supyan al-Tsauri berkata : " Orang -orang telah pergi di atas kuda-kuda pilihan, sementara kita mogok di atas keledai-keledai bodoh."

Obat Penyakit Malas

Obatnya adalah mengobarkan semangat dengan perasaan takut ketinggalan sesuatu yang dicita-citakan, takut jatuh terperosok kedalam celaan, atau takut terjadi penyesalan dan kesedihan yang mendalam. Kesedihan orang lalai dan lengah akan terasa lebih menyakitkan daripada segala siksaan manakala ia menyaksikan keberhasilan orang yang giat dan bersungguh-sungguh.

Orang yang berakal hendaknya memikirkan akibat buruk dari kemalasan. Tidak sedikit kesenangan menimbulkan duka cita dan penyesalan yang mendalam.

Orang-orang yang bijak telah sepakat bahwa ilmu tidak dapat diraih dengan kesenangan dan kemalasan. Orang yang mau menatap, walaupun hanya sekejap, akibat buruk kemalasan serta mengerti nilai-nilai kesungguhan, niscaya lupa akan kesulitan-kesulitan perjalanan dan siap menghadapi tantangan.

Obat yang paling efektif untuk mengobati kemalasan adalah merenungkan prilaku serta reputasi orang-orang yang rajin dan bersungguh-sungguh serta menjauhi sikap berbangga diri karena sikap tersebut merupakan faktor timbulnya ketunakaryaan pada musim mencari keuntungan.


Dikisahkan kembali dari buku mengobati jiwa yang lelah.

Friday, December 19, 2008

BERHATI - HATILAH BERKENDARAAN DIJALAN RAYA

Bagi rekan -rekan berhati-hatilah berkendaraan dijalan raya. Dibawah ini video incident di jalan raya, semoga video ini menggugah kita untuk sadar berdisipin lalu lintas.




Team EHS Palembang

Dwi septari

Thursday, December 18, 2008

MEWASPADAI JABATAN KEKUASAAN

Ketahuilah bahwa diri senantiasa mencintai kemuliaan dan keluhuran melebihi orang lain, sehingga ia senantiasa memilih kepemimpinan dan kekuasaan karena dengan kekuasaan ia memiliki kemampuan untuk memerintah dan mencegah. Memang memiliki kekuasaan adalah suatu tuntutan, namun walau bagaimanapun didalamnya terdapat marabahaya.Paling tidak, sang penguasa bisa lengser dari kekuasaannya, dan yang paling berbabahaya adalah penyalagunaan kekuasaan itu sendiri.
Yang patut disadari oleh manusia yang mencintai kekuasaan adalah bahwa ia hanya akan mengkhayalkan kekuasaan itu sebagai suatu yang agung selama ia belum sukses meraihnya . Namun apabila kekuasaan itu telah dapat diraih, niscaya ia akan merasakannya sebagai suatu yang biasa-biasa saja, sehingga ia akan menginginkan kedudukan yang lebih tinggi dari pada sebelumnya, dan seterusnya. Ingat bahwa kenikmatan akan menghilang, sedangkan dosa dan bahaya yang mengancam jiwa dan agama agama akan senantiasa ada. Berpkir mengenai hal ini adalah adalah obat dalam upaya mengendalikan ambisi kekuasaan.

Dalam sebuah hadis marfu' yang diriwayatkan dari abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Nabi Shallallahu Alaihi wasallam bersabda :
" Celakalah para pemimpin, celakalah para urafa', celakalah orang-orang yang mendapat kepercayaan. pada hari kiamat manusia sungguh sangat menginginkan agar mereka digantung dengan jalinan rambut mereka pada tsuraya ( bintang kartika ) sehingga berayun diantara langit dan bumi tanpa berbuat apa-apa".

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abi Dzarr, ia berkata :
" Saya bertanya : Ya Rasulallah, apakah engkau tidak mengangkatku sebagai pengawal ? Abi Dzarr berkata : kemudian Rasulallah bersabda : " Wahai Abu Dzarr, sesungguhnya kamu itu lemah, sedangkan jabatan Amanah. Pada hari kiamat nanti jabatan itu kehinaan dan penyesalan, kecuali orang yang menerima jabatan dengan haknya dan melaksanakan tugas dengan amanah.


Dikisahkan kembali oleh,

Dwi.s

Saturday, November 29, 2008

wisata Air Terjun




Job site sambil wisata sangat menyenangkan apa lagi sehabis kerja berat. Demikian komentar rekan kita yang satu ini. namanya Ari Kurniawan status masih OJT, walau keadaan perusahaan saat ini lagi was - was alias perihatin, tapi dia tetap tersenyum menghadapinya.

Ini adalah wisata Air terjun Bedegung, letaknya 45 Km dari kota baturaja. Kebetulan ada kerjaan Repair Sakai di Baturaja dan pulangnya mampir ke tempat ini untuk melepas lelah.

Bagi rekan - rekan berminat bagaimana kalau ada kesempatan semua kru service jalan -jalan kesana.

Salam,
Dwi.s


KODE ETIK MEKANIK

KODE ETIK MEKANIK

Rekan - rekan service mungkin kita pernah membaca code etik mekanik, akan tetapi untuk pemahamannya masih kurang dimengerti dan kehidupan sehari hari. Untuk mengingat kembali apa itu kode etik mekanik.

1. Siap untuk bertugas setiap saat ( readinss).
2. Berusaha menyelesaikan tugas dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan kwalitas / mutu setinggi-tingginya dan biaya sekecil-kecilnya.
3. Mengirim laporan tanpa diminta berisikan informasi yang benar dan terpercaya sesuai fakta.
4. Percaya akan kemampuan sendiri dan menyelesaikan tugas yang diberikan secara tuntas
tanpa menggantungkan pada orang lain.
5. Selalu bersikap benar dan sopan.
6. Berusaha menyelamatkan milik perusahaan, jiwa orang lain agar terhindar dari bahaya
yang merugikan.
7. Tidak akan memberikan perlengkapan kerja pada orang lainnya baik karyawan PT.TN
lainnya maupun sanak saudara dan terutama orang luar.
8. Selalu beritikat baik dalam memberikan saran maupun keritik.
9. Berusaha menolak dan menghindarkan diri dari pengaruh untuk memperkaya diri dengan
merugikan pihak lain dan / atau perusahaan.
10.Tidak memerima pekerjaan dari pihak lain yang ada hubungan nya dengan produk-produk
yang diageni PT. TN untuk kepentingan diri sendiri.
11. Tidak segan bertanya apa yang tidakl diketahui dan tidak segan pula menjelaskan / menga-
jarkan apa yang diketahui / dikuasai.
12. Selalu mengikuti program / pendidikan /pengembangan kemampuan seorang mekanik baik
di TC maupun di cabang.
13. Membina hubungan baik antara seluruh karyawan PT.TN umumnya dan mekanik khusus-
nya serta memberikan bantuan / kerjasama.
14. Ikut menjaga rahasia perusahaan.
15. Selalu berusaha menjaga nama baik perusahaan, pimpinan dan karyawan Traktor Nusanta-
ra lainnya.
Nah rekan-rekan setelah membaca dan memahaminya ada yang mengganjal dipikiran kita ba-
gaimana sehari - hari kita tentang Point 1, 7, 9,10,13 dan 14 apa ada pada diri kita !
Salam,
Dwi.s

Thursday, November 27, 2008

Hydraulic Pump

Hydraulic Pump prinsip operasinya sering disebut Displacement yaitu dimana zat cair atau fluida diambil dan dipindahkan ketempat lain. Semua pompa menimbulkan aliran ( flow ). Sedangkan yang dimaksud dengan Displacement adalah volume zat cair yang dipindahkan tiap putaran dari pompa, jadi Rpm engine menentukan jumlah volume zat cair / fluida yang dialiran oleh pompa.

Pompa Hydraulic diklafikasikan menjadi :

a. Non positive Dispalcement : Internal leakage besar, perubahan tekanan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kapasitasnya.Contoh : Pompa sentripugal dan pompa propeller.

b. Positive Displacement : Internal leakage kecil ( untuk mendapat ini dibuat seal /presisi).
Perubahan tekanan berpengaruh kecil terhadap kapasitasnya( dengan dibuat presisi akan melawan kebocoran pada saat tekanan naik.Contoh : piston Pump,Vane Pump dan Gear Pump.

Jenis - Jenis Pompa positve Displacement yaitu :
a. Fixed dispalcement pump artinya : setiap putaran pompa ,menghasilkan volume oli yang sa-
ma dan tidak dapat berubah - rubah.

b. Variable displacement pump artinya volume yang dihasilkan setiap putaran pompa divaria-
sikan.

Piston Pump

Piston pump sering dipakai pada system hydraulic dimana digunakan kecepatan tinggi ( high speeds) dan tekanan tinggi ( high pressure ). Pada unit sakai menggunakan jenis Piston pump untuk travel pump dan vibro pump. Dan typenya adalah Axial piston pump artinya piston dipasang berbaris pararel dengan shaft pompa. Berdasarkan konstruksinya axial piston pump dibagi dua yaitu :
1. Inline axial piston pump dan bent axis axial piston pump.

- Inline axial piston pump terbagi dua :

a. Inline axial piston variable displacement pumps yaitu langkah piston dapat nerubah - rubah
karena swash plate, dimana piston ditumpu, dapat bergerak sehingga menentukan langkah
piston(flow yang dihasilkan variasi ). Contoh Vibro pump dan travel pump pada sakai .

b. Inline axial piston pumps Fixed displacement yaitu : kemiringan swash plate dibuat tetap
( fixed ) sehingga lamgkah piston tetap ( flow yang dihasilkan tetap ).


Demikian sekilas penjelasan singkat mengenai Pompa hydraulic, semoga rekan - rekan memahaminya dan akan membantu pada saat ada pekerjaan mengenai hydraulic pump khusus pada unit Sakai yang merupakan salah satu product unggulan kita.


Salam,


Dwi.s

Friday, November 21, 2008

Membuat Alamat Email dari internet

Rekan-rekan service pada dewasa ini email sangat dibutuhkan sekali, karena dengan email kita dapat mengirim berita, file, berkas-berkas penting bahkan lamaran kerja dengan cepat. Padahal membuat alamat email gratis alias tidak di pungut bayaran baik pada situs goggle, yahoo dll.
Caranya Gampang.
1. Ketik situs yahoo ( www.mail.yahoo.com )
2. Klik sign up.
3. Isilah seluruh daftar seluruh daftar pertanyaan, mulai dari nama, alamat hingga nama email
yang kamu inginkan. saat masukan password harus sama dengan pada kotak re-tipe password
yang pertama kita tulis.
4. Pada bagian bawah terdapat tulisan atau kode huruf yang harus kita ketik ulang pada kotak
verifikasi, bentuk angka dan tulisannya aneh dan kita harus menyalinnya dengan teliti.
5. Kemudian klik create my account. Tunggu proses loading beberapa saat.
Dan sekarang rekan-rekan sudah memiliki alamat Email baru.
Selamat mencoba.
Salam, Dwi septari

Vibro Pump Sakai SV512D

Overhaul Vibro Pump Sakai SV512D

Disassembly,

Prepare,
1. Siapkan kunci Ring Pas 38,27,46,kunci L3/8,kunci bintang 10
2. Lepaskan hose - hose yang berhubungan dengan steering pump dan vibro pump.
3.Lepas vibro pump assy dengan melepas baut L 3/8.
4.Lepas steering pump dari vibro pump dengan kunci 14.
5.Lepas shaft vibro pump dengan melepas baut kunci bintang 10.
6.Lepas Cam plate, piston pump, ring cone, block, dan plate.
7.Posisi 3 buah pin menyerupai sudut siku dan pada block terlihat jelas terletak pada tiga alur
spline yang berbeda.

Assembly,

1.Letakkan plate kedalam housing vibro pump, bagian kuningan diatas dan pada
coakan menempel pada pin pada housing.
2.Letakkan Block, selankutnya pasang 3 pin kebagian atas block posisikan ring plate guide
posisi keatas sehingga 3 pin tertahan ( cenderung tegak lurus ).
3. Letakkan ring dimana posisi cone diatas, dan posisikan agar ring tersebut menempel
pada 3 pin tersebut.
4. Perlahan-lahan masukan piston yang sudah dilumasi oli ke block, diupayakan agar ring tetap
tepian bagian dalan ring tetap menempel pada 3 pin. Sehingga saat piston sudah masuk ke
block plate nya menempel pada ring cone.
5. Pasang swash plate, dan posisi pin guide menempel pada shaft netral.
6.Pasang gasket dan masukan shaft assy, pada saat memasukan shaft harus perlahan-lahan
sehingga splaine dapat masuk dengan cara memutar perlahan-lahan shaftnya.
7. Kencangkan baut 10 dengan kunci bintang 10.
8. Pasang kembali steering pump assy. ( Oring jangan lupa dipasang ).
9. Pasang kembali Vibro pump assy dan kencangkan dengan baut L 3/8.
10. Pasang kembali hose-hose.
11. Jangan lupa mengisi oli hydrulic pada plug bagian atas untuk pelumasan awal Vibro Pump.
12. Hidupkan engine dan check charge relief dimana standartnya 21 - 24 Kgf/cm2.
13. Selanjutnya test pressure vibro pump saat dioperasikan. ( lihat shop Manual ).

Demikian yang dapat saya sampaikan semoga dapat bermanfaat.



Salam,



Dwi septari